Mungkin terlalu munafik aku menulis semua ini.
Mungkin sekarang aku hanya bisa berharap kepada sang maha pencipta bumi dan langit beserta isinya diberikan kekuatan kepadaku.
Mungkin hanya aku dan tuhanku yang tahu sebelum aku menulis ini semua, jujur saja aku bagaikan terperangkap dalam kandang serigala atau aku yang terperangkap didalam pandangan hina. Terkadang aku merasakan getah apa yang telah mereka berbuat, tapi semua itu aku hiraukan dan tak pernah aku mengambil apa yang mereka katakan. Mereka hanya memandangku sebelah mata saja, mereka memandangku aku seorang yang teramat senang menikmati hidup ini, apakah mereka tahu apa yang sedang aku derita didalam keterpurukanku menghadapi hidup yang begitu keras. Tapi, aku akan berusaha agar mereka tak tahu apa yang aku rasakan agar mereka selalu tersenyum dan tatap mentertawakanku.
Memang benar terasa sangat aneh hidup ini bila didasari dengan kemunafikan, tapi aku tak mau itu terjadi pada diriku ini. kedua orangtua ku pun tak tahu yang sedang dirasakan anaknya ini, aku hanya bisa meminta maaf didalam sela-sela do'aku agar mereka bahagia melihat anak-anaknya.
Untukmu sahabat-sahabatku aku benar-benar minta maaf kepada kalian, kalian teman yang begitu istimewa didalam hidup ini. mungkin senyum yang kalian lihat saat ini didiriku senyum kegembiraan, canda yang aku berikan agar kalian tak berbalas kasihan kepadaku, inilah aku kawan yang tak mau terbuka dengan apa aku rasakan mungkin bisa diibaratkan "Bagaikan orang sakit yang memakan gula tapi tetap saja gula itu terasa pahit dimulut", mungkin kalian baru tahu setelah ini mengapa diri ini sulit untuk terbuka kepada kalian. Jujur saja aku terlalu banyak menyimpan rahasia atau cerita yang pernah kalian ceritakan pada diri ini aku tak mau satu orang pun dari kalian yang kecewa olehku. Aku yang selalu jaga cerita kalian yang selalu berharap kalian bisa bahagia walau terkadang aku berpikir ketika kalian bercerita aku berkata dalam hati Andai saja kau tahu apa yang aku rasakan ini lebih besar dari yang engkau ceritakan sekarang tapi sayangnya aku lebih memilih untuk mendengar bukan untuk mengoceh dengan ceritaku yang mungkin mereka anggap fiktip.
Aku mau kalian tahu betapa indahnya bila persahabat ini yang telah kita jalin bertahun-tahun tetap menjadi persahabat yang membawa kita kepintu surga dan aku tak mau kalian merasakan apa yang aku rasakan, aku ingin kalian bahagia kawan.


